Oleh: Admin Garasimoto
Pernahkah Anda berada di titik di mana motor yang Anda kendarai justru terasa seperti beban yang bisa merenggut nyawa?
Saya pernah. Dan itu bukan sekadar cerita perjalanan biasa.
Kejadian ini terjadi sekitar 13 tahun lalu, tepatnya tahun 2013. Namun setiap detailnya masih terekam jelas—tentang ego, batas kemampuan manusia, dan satu motor yang menolak menyerah: Honda Supra X 100 cc.
![]() |
| garasimoto adventure dengan honda supra x 100 cc |
1. Godaan Jalur Mati yang Terlupakan
Semua bermula dari ego.
Saat itu saya bersama lima teman menuju pesisir Malang Selatan, tepatnya ke arah Legoksono. Kami berburu spot mancing “perawan”—tempat yang jarang dijamah, dengan harapan hasil yang lebih besar.
![]() |
| jalur mancing di malang selatan |
Namun saat perjalanan pulang, saya mengambil keputusan fatal: berpisah dari rombongan.
Saya memilih jalur alternatif, sebuah jalan lama yang konon sudah tidak digunakan warga. Sebagai pecinta otomotif, ada dorongan aneh untuk menaklukkan jalur tersebut.
Saya tidak tahu, keputusan itu hampir merenggut nyawa saya.
![]() |
| admin garasimoto mancing |
2. Jalan Licin Seperti Kaca
Masalah dimulai saat aspal berubah menjadi cor-coran sempit.
Di satu sisi jurang menganga. Di sisi lain tebing tinggi. Jalan itu dipenuhi lumut halus akibat lama tidak dilalui kendaraan.
![]() |
| Petualangan mancing di malang selatan |
Hasilnya?
Licin seperti kaca.
Ban belakang motor tidak punya traksi sama sekali. Setiap buka gas sedikit saja:
Spinning… lalu jatuh.
Dan itu terjadi berulang kali.
3. Stamina Habis, Joran Hilang
Mengangkat motor di jalan miring dan licin itu bukan hal mudah.
Apalagi jika dilakukan berkali-kali.
![]() |
| Perjalanan mancing garasimoto |
Tubuh mulai gemetar. Napas memburu. Tenaga terkuras habis.
Di salah satu jatuh terparah, motor tergelincir mendekati jurang. Guncangannya membuat joran pancing dan reel saya terlempar hilang ke semak-semak.
Saya tidak mencarinya.
Saat itu, satu-satunya tujuan saya adalah: selamat.
4. Jatuh ke-50 dan Keputusan Terberat
Saya menghitung.
Jatuh ke-30… ke-40… hingga akhirnya jatuh ke-50.
Di titik itu, saya terkapar. Tidak ada tenaga tersisa.
Motor tergeletak di tepi jurang.
![]() |
| sarapan makan nasi pecel di pesisir pantai saat pagi |
Dan saat itulah muncul satu pikiran paling jujur dalam hidup saya:
“Gaji sebulan bisa beli motor lagi… tapi nyawa tidak bisa.”
Saya memutuskan meninggalkan motor.
Ya, Honda Supra itu.
Saya memilih berjalan kaki turun, demi menyelamatkan diri.
5. Ketulusan yang Tak Terduga
Di tengah perjalanan, saya bertemu seorang remaja pencari rumput.
Melihat kondisi saya, saya berkata:
![]() |
| mancing di pantai selatan |
“Kalau mau motor itu, ambil saja. Saya sudah tidak kuat.”
Namun yang terjadi justru di luar dugaan.
Anak itu tidak mengambilnya.
Ia membantu saya turun ke desa, memanggil warga, dan mereka bersama-sama naik ke atas untuk mengambil motor saya.
Mereka mengembalikannya.
Tanpa pamrih.
Di situlah saya tersadar:
masih banyak orang baik di dunia ini.
6. Perjalanan Pulang dengan Sisa Harapan
Saya memberi mereka uang 150 ribu—semua yang saya punya.
Sisa di dompet: 15 ribu rupiah.
Bensin: strip merah.
Saya masih harus menempuh sekitar 70 km ke Batu, melewati jalur pegunungan.
Dengan uang tersisa, saya membeli bensin seadanya.
Sepanjang perjalanan, suara mesin berubah kasar. Oli sudah kelelahan. Mesin bekerja di batasnya.
Namun motor itu tidak mogok.
Ia terus berjalan… pelan tapi pasti.
Dan akhirnya, saya sampai di rumah.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Motor
Pengalaman ini memberi saya pelajaran penting:
🔹 Jangan Kalah oleh Ego
Menyerah bukan berarti kalah. Kadang itu adalah keputusan paling bijak.
🔹 Honda Supra Memang Tangguh
Bukan hanya sekadar motor, tapi partner yang bisa diandalkan di kondisi ekstrem.
![]() |
| pantai malang selatan |
🔹 Kemanusiaan Itu Nyata
Di pelosok desa, ketulusan masih hidup tanpa pamrih.
Keesokan harinya, saya mencoba menyalakan motor itu lagi.
JRENG!
Langsung hidup.
Di situlah saya yakin:
motor ini bukan sekadar kendaraan.
Ini jodoh.
❓ FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah Honda Supra memang cocok untuk medan ekstrem?
Ya, Honda Supra dikenal sebagai motor bebek yang tangguh dan irit. Meskipun bukan motor khusus off-road, banyak pengguna membuktikan bahwa Supra mampu melewati medan berat seperti tanjakan, jalan licin, hingga jalur pegunungan—asalkan tetap digunakan dengan teknik yang benar.
2. Kenapa jalan berlumut sangat berbahaya untuk motor?
Jalan yang tertutup lumut memiliki permukaan yang sangat licin, bahkan bisa lebih berbahaya dari jalan basah. Ban motor kehilangan traksi sehingga mudah tergelincir, terutama saat akselerasi atau pengereman mendadak.
3. Apa yang harus dilakukan jika motor sering jatuh di jalan licin?
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Kurangi kecepatan dan hindari buka gas mendadak
- Gunakan teknik setengah kopling (untuk motor manual)
- Jaga keseimbangan tubuh dan posisi kaki
- Jika kondisi terlalu berbahaya, lebih baik berhenti dan cari jalur alternatif
4. Lebih penting menyelamatkan motor atau diri sendiri?
Keselamatan diri selalu nomor satu. Motor bisa diganti, tetapi nyawa tidak. Jika situasi sudah terlalu berisiko, keputusan untuk meninggalkan kendaraan adalah pilihan yang bijak.
5. Apakah aman berkendara sendirian di jalur terpencil?
Tidak disarankan, terutama jika belum mengenal medan. Risiko tersesat, kecelakaan, atau kehabisan tenaga akan jauh lebih berbahaya jika tidak ada bantuan. Sebaiknya selalu berkendara bersama teman atau beri tahu orang terdekat tentang rute perjalanan.
6. Kenapa Honda Supra tetap bisa hidup setelah perjalanan ekstrem?
Hal ini karena mesin Honda Supra terkenal sederhana, bandel, dan mudah beradaptasi dengan kondisi berat. Perawatan rutin seperti ganti oli dan servis berkala juga berperan penting menjaga performanya tetap optimal.
Catatan:
Kisah diatas adalah kisah nyata saya berpetualang berhari-hari menggunakan motor supra jadul.
Foto dan video saya di atas adalah dokumentasi asli aktivitas saya sewaktu memancing di pantai malang selatan, akan tetapi foto-foto dalam video itu bukanlah kejadian saat 13 tahun lalu.... Dengan kondisi yang berat seperti memancing di tebing, jatuh sampai 50 x dengan beratnya medan dan fisik yang terkuras habis, tak mungkin saya bisa memotret dan membuat video. Artinya dokumentasi di atas adalah ilustrasi aktifitas mancing yang mendekati. Seperti motor honda supra x yang saya pakai, tas pancing yang saya pakai, helm motor, sarapan, dan lain sebagainya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar