Garasimoto - Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat setelah ganti ban motor dengan merek terbaik yang baru saja keluar dari toko? Mengendarai motor dengan harapan motor terasa lebih empuk, stabil, dan lebih "nempel" ke aspal.
![]() |
| Ban motor goyang geol saat menikung |
Namun, baru beberapa meter digas, motor justru terasa geal-geol goyang ke kanan dan ke kiri, terasa tidak stabil saat melewati marka jalan atau tikungan.
Banyak pengendara yang langsung menyalahkan toko ban atau malah menganggap ban baru tersebut cacat produksi. Masalah Geol ini biasanya bersumber pada beberapa komponen lain, Seperti:
1. Kesalahan Saat Pemasangan Ban (Bead Not Seated)
Penyebab paling sepele namun sering terjadi adalah ban yang tidak terpasang dengan presisi pada pelek. Ban motor memiliki garis pengaman atau garis tepi yang harus keluar secara merata di sepanjang bibir pelek.
![]() |
| ganti ban baru |
Jika saat pemasangan mekanik kurang memberikan pelumas (seperti air sabun) atau tekanan angin kurang kuat saat "menembak" ban ke pelek, maka ada bagian ban yang belum duduk sempurna. Akibatnya, ban akan terlihat benjol atau tidak bulat sempurna saat berputar. Inilah yang menyebabkan efek geal-geol di kecepatan rendah maupun tinggi.
![]() |
| Pemasangan ban kurang bagus (Presisi) |
Solusinya: Cek garis tepi ban. Jika ada bagian yang masuk ke dalam pelek, kempeskan ban, beri pelumas di bibirnya, dan isi angin dengan tekanan tinggi sampai terdengar suara "pletak" yang menandakan ban sudah duduk sempurna.
2. Bearing Roda (Klaher) yang Sudah Oblak
Ini adalah tersangka utama kedua. Ban baru tidak akan berguna jika poros putarnya sudah goyang. Bearing atau klaher roda berfungsi untuk meminimalkan gesekan dan menjaga kestabilan putaran roda.
Seiring pemakaian, apalagi jika motor sering menghantam lubang atau melewati genangan air, pelumas di dalam klaher akan kering dan gotrinya aus. Cara mengeceknya sangat mudah: standar tengah motor, pegang roda, lalu goyang-goyangkan ke arah samping. Jika terasa ada jarak atau bunyi "tek-tek", berarti klaher Anda sudah minta ganti.![]() |
| Bearing Roda motor Oblak |
Solusinya: Segera ganti klaher roda dengan yang baru. Pastikan menggunakan suku cadang asli agar lebih awet menghadapi beban jalanan.
3. Komstir yang Sudah Aus atau Terlalu Kencang
Jika motor terasa goyang dan "narik" ke satu sisi, atau terasa berat saat diajak belok, kemungkinan besar masalahnya ada pada Komstir (Steering Cone). Komstir adalah kumpulan bola besi yang berada di leher kemudi.
![]() |
| komstir motor aus atau rusak |
Jika komstir sudah aus, biasanya akan ada terasa "lubang" atau hambatan saat setang diputar ke posisi tengah. Efeknya, motor akan terasa sulit dikendalikan dan memberikan sensasi geal-geol karena kendali depan tidak stabil.
Solusinya: Lakukan penyetelan ulang komstir. Jika dibersihkan dan diberi pelumas (grease) tetap tidak membaik, maka komstir harus diganti satu set.
4. Pelek yang Sudah Tidak Presisi (Speleng/Peang)
Pelek adalah rumah bagi ban. Jika peleknya sendiri sudah bengkok atau "peang" akibat benturan keras, ban semahal apa pun tetap akan terasa goyang. Pada motor dengan pelek jari-jari, masalah ini biasanya disebabkan oleh setelan jari-jari yang kendur. Sedangkan pada pelek racing (CW), biasanya karena pelek sudah bengkok setelah menghantam lubang dengan kecepatan tinggi.
![]() |
| Velg peyang (bengkok) tidak presisi |
Solusinya: Untuk pelek jari-jari, Anda cukup membawanya ke tukang setel pelek. Untuk pelek racing, Anda bisa mencari jasa press pelek atau menggantinya jika kerusakan sudah terlalu parah.
5. Bushing Engine Mount yang Pecah (Khusus Motor Matic)
Bagi Anda pengguna motor matic, sensasi geal-geol di bagian belakang seringkali bukan berasal dari ban, melainkan dari Bushing Engine Mount. Komponen karet ini berfungsi sebagai penyambung sekaligus peredam getaran antara mesin (yang menyatu dengan roda belakang) dan rangka motor.
![]() |
| engine mount motor matic pecah/ rusak/ aus |
Jika karet ini pecah atau getas, mesin dan roda belakang akan memiliki ruang untuk bergerak ke kanan-kiri secara bebas. Inilah yang membuat pengendara merasa motor seperti mau lepas atau goyang saat melibas jalan bergelombang.
Solusinya: Cek kondisi karet penyambung mesin. Jika sudah pecah, ganti segera. Komponen ini harganya murah, namun jasanya cukup lumayan karena harus sedikit membongkar sambungan rangka dan mesin.
6. Shockbreaker yang Bocor atau Mati
Sistem suspensi yang tidak bekerja dengan baik akan membuat ban tidak bisa menapak dengan sempurna ke aspal. Jika salah satu shockbreaker belakang bocor (pada motor dengan double shock), maka tekanan di sisi kanan dan kiri tidak akan seimbang. Hal ini akan memicu efek limbung atau goyang saat melewati tikungan.
![]() |
| Shockbreaker motor mati/ rusak/ bocor |
Begitu juga dengan shockbreaker depan. Jika oli shock sudah mati atau volumenya tidak sama, kestabilan kemudi akan sangat terganggu.
Solusinya: Lakukan servis rutin pada suspensi. Ganti oli shock setiap 15.000-20.000 km, dan ganti unit shockbreaker belakang jika sudah terlihat ada rembesan oli.
7. Tekanan Angin yang Tidak Sesuai
Terkadang, masalah paling besar datang dari hal terkecil. Ban baru membutuhkan tekanan angin yang pas sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang terlalu kempes akan membuat dinding ban menekuk (melipat) saat digunakan bermanuver, memberikan sensasi geal-geol yang menakutkan. Sebaliknya, ban yang terlalu keras akan membuat motor terasa membal dan kehilangan traksi.
![]() |
| Berikan tekanan angin yang pas |
Solusinya: Selalu cek tekanan ban saat kondisi dingin. Gunakan alat ukur tekanan udara (psi) yang akurat. Umumnya, tekanan ban depan berkisar 28-30 psi dan ban belakang 33-35 psi.
Kesimpulan untuk Motor Geol
Ban baru memang meningkatkan kenyamanan, namun ban hanyalah satu bagian dari sistem gerak motor. Jika motor Anda tetap terasa geal-geol padahal ban sudah baru, jangan buru-buru menyalahkan bannya. Lakukan pengecekan secara berurutan mulai dari pemasangan ban, klaher roda, pelek, hingga sistem suspensi.
Menjaga kondisi motor tetap prima bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan nyawa Anda di jalan raya. Ingat, motor yang stabil adalah kunci berkendara yang aman!
Penulis: Garasimoto Dapatkan tips otomotif, perawatan mesin, dan update dunia motor lainnya hanya di blog kami.





.jpg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar